
Sumber Dukun - Merti Dusun adalah tradisi dan upacara adat masyarakat yang dilakukan sebagian masyarakat Desa Sumber sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan hasil bumi, rezeki, serta keselamatan yang diberikan kepada warga desa.
Merti Dusun memiliki makna sosial dan spiritual yang mendalam :
1. Wujud Nyata Kerja Sama dan Kohesi Sosial Merti Dusun tidak dapat terlaksana tanpa partisipasi aktif seluruh warga. Mulai dari pembersihan lingkungan, penataan tempat acara, pembuat anjungan/gunungan hasil bumi, hingga penyiapan konsumsi dilakukan secara sukarela bersama-sama. Hal ini mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antarwarga tanpa memandang status sosial.
2. Perekat Rasa Kebersamaan dan Kesetaraan Melalui gotong royong dalam persiapan dan pelaksanaan tradisi ini, sekat-sekat perbedaan antargenerasi, strata ekonomi, maupun kelompok di leburkan. Semua warga bahu-membahu bekerja demi kepentingan bersama, yaitu keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan dusun.
3.Pelestarian Nilai Kepedulian Lingkungan (Ekologis) Bagian penting dari Merti Dusun adalah kerja bakti membersihkan tempat-tempat umum seperti sumber air (sendang), jalan dusun, pemakaman, dan pemukiman. Gotong royong ini mencerminkan rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan tempat tinggal.
4. Penanaman Nilai Budaya Luhur pada Generasi Muda Pelaksanaan gotong royong dalam persiapan Merti Dusun menjadi media pewarisan nilai (sosialisasi budaya) secara alami. Generasi muda belajar secara langsung mengenai pentingnya musyawarah, kepedulian sosial, dan kerja keras bersama melalui keteladanan para orang tua.
5. Ungkapan Rasa Syukur dan Doa Bersama Selain dimensi sosial, gotong royong dalam Merti Dusun juga berdimensi spiritual. Warga berkumpul dan bersedekah (melalui hasil bumi atau masakan) untuk dinikmati bersama dan dibagikan sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki serta permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.